Kabarindonesianews- Bogor,Rabu 15/01/2025 .Indemo merayakan ultah yang ke-25, di Hotel Green Forest Bogor Jl. RE. Soemantadiredja No.99, Pamoyanan, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu, 15 Januari 2025, acara dihadiri oleh banyak tokoh publik. Antara lain seperti mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie, kader Muhammadiyah Sukidi, ahli hukum Todung Mulya Lubis,Iwan Sumule,Bursah Zarnubi dan tokoh lainnya.
Aktivis senior gerakan mahasiswa, Hariman Siregar, mengatakan saat ini rakyat memang harus berdaulat. Dan agar hal itu benar-benar terjadi maka harus ada pemimpin yang benar-benar akuntabel.
‘’Demokrasi memang sangat penting pada kehidupan negara kita. Ini terjadi dari waktu ke waktu semenjak proklamasi kemerdekaan dengan berganti-ganti presiden. Namun sampai kini demokrasi yang membuat rakyat benar-benar berdaulat dan mendapatkan kesejahteraan sosial masih belum terwujud. Ini karena sampai kini belum ada presiden yang akuntabel,’’ kata Hariman Siregar pada peringatan 51 tahun peristiwa Malari dan 25 tahun Indemo,di Bogor, Rabu 15 Januari 2025.
Mahasiswa yang dipimpin Hariman Siregar, Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia saat itu, mengkritik pemerintah atas ketimpangan ekonomi, ketergantungan pada modal asing, dan praktik korupsi dalam lingkaran kekuasaan. Mereka turun ke jalan dan kerusuhan tak terhindarkan.
Aksi massa yang meluas menyebabkan kerugian besar. Puluhan mobil dan bangunan terbakar. Sekitar 11 orang tewas dan 137 lainnya luka-luka. Sedikitnya 750 orang ditangkap, termasuk aktivis mahasiswa.
Malari kemudian menjadi alasan pemerintah memberlakukan langkah represif untuk meredam protes, termasuk membubarkan Dewan Mahasiswa. Insiden ini sempat merenggangkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang.
Pemerintah pun terpaksa melakukan perubahan pada kebijakan ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada modal asing. Dan Malari menjadi simbol perlawanan mahasiswa terhadap ketidakadilan dan inspirasi bagi gerakan pro-demokrasi di tahun-tahun berikutnya.
Kini, 51 tahun setelah Malari, semangat perjuangan untuk akuntabilitas dan keadilan sosial tetap menjadi isu yang relevan. Presiden Prabowo, sebagai pemimpin saat ini, diharapkan mampu membawa perubahan nyata agar cita-cita demokrasi yang diperjuangkan para aktivis mahasiswa di masa lalu dapat terwujud.
Reporter: Hakim Hadi Waluyo.
Leave a Reply